Dampak Commuter Line Masa Kini dan Tantanganya Dimasa Depan

KRL Commuter Line (dulu dikenal sebagai KRL Jabotabek atau KAI Commuter Jabodetabek) adalah layanan kereta rel listrikkomuter yang dioperasikan oleh PT Kereta Commuter Indonesia, anak perusahaan dari PT Kereta Api Indonesia (PT KAI). KRL telah beroperasi di wilayah Jakarta sejak tahun 1925, hingga kini melayani rute komuter di wilayah DKI JakartaKota DepokKota Bogor,  Kabupaten BogorKota BekasiKabupaten BekasiKabupaten LebakKota Tangerang, dan Kota Tangerang Selatan.
PT KAI Commuter Jabodetabek sejak tanggal 19 September 2017 telah berganti nama menjadi PT Kereta Commuter Indonesia adalah salah satu anak perusahaan di lingkungan PT Kereta Api Indonesia (Persero) yang mengelola KA Commuter Jabodetabek dan sekitarnya. KCJ dibentuk sesuai dengan Inpres No. 5 tahun 2008 dan Surat Menteri Negara BUMN No. S-653/MBU/2008 tanggal 12 Agustus 2008. Perubahan nama menjadi KCI tertuang dalam risalah Rapat Umum Pemegang Saham pada tanggal 7 September 2017 yang juga telah mendapat Persetujuan Menteri Hukum dan HAM Republik Indonesia atas Perubahan Anggaran Dasar Perseroan Terbatas dengan Nomor Keputusan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia No.AHU-0019228.AH.01.02.Tahun 2017 tanggal 19 September 2017.
Pembentukan anak perusahaan ini berawal dari keinginan para stakeholdernya untuk lebih fokus dalam memberikan pelayanan yang berkualitas dan menjadi bagian dari solusi masalah transportasi perkotaan yang semakin kompleks. Perseroan ini resmi menjadi anak perusahaan PT KERETA API INDONESIA (Persero) sejak tanggal 15 September 2008.
Kehadiran KCI dalam industri jasa angkutan KA Commuter bukanlah kehadiran yang tiba-tiba, tetapi merupakan proses pemikiran dan persiapan yang cukup panjang. Dimulai dengan pembentukan Divisi Angkutan Perkotaan Jabotabek oleh PT KAI (Persero), yang terpisah dari PT KAI (Persero) Daop 1 Jakarta.
Setelah pemisahan ini, pelayanan KRL di wilayah Jabotabek berada di bawah PT KAI (Persero) Divisi Angkutan Perkotaan Jabotabek sementara pelayanan KA jarak jauh yang beroperasi di wilayah Jabodetabek berada di bawah PT KAI Daop 1 Jakarta.
Dan akhirnya PT KAI (Persero) Divisi Angkutan Perkotaan Jabotabek berubah menjadi sebuah perseroan terbatas, PT KCJSetelah menjadi perseroan terbatas, perusahaan ini mendapatkan izin usaha No. KP 51 Tahun 2009 dan izin operasi penyelenggara sarana perkeretaapian No. KP 53 Tahun 2009 yang semuanya dikeluarkan oleh Menteri Perhubungan Republik Indonesia.
Tugas pokok perusahaan yang baru ini adalah menyelenggarakan pengusahaan pelayanan jasa angkutan kereta api komuter dengan menggunakan sarana Kereta Rel Listrik di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) dan sekitarnya serta pengusahaan di bidang usaha non angkutan penumpang.
KCI Memulai modernisasi angkutan KRL pada tahun 2011 dengan menyederhanakan rute yang ada menjadi lima rute utama, penghapusan KRL ekspres, penerapan kereta khusus wanita, dan mengubah nama KRL ekonomi-AC menjadi kereta Commuter Line. Proyek ini dilanjutkan dengan renovasi, penataan ulang, dan sterilisasi sarana dan prasarana termasuk jalur kereta dan stasiun kereta yang dilakukan bersama PT KAI (persero) dan Pemerintah.
Pada 1 Juli 2013. KCI mulai menerapkan sistem tiket elektronik (E-Ticketing) dan sistem tarif progresif. Penerapan dua kebijakan ini menjadi tahap selanjutnya dalam modernisasi KRL Jabodetabek.
Hingga Agustus 2017, KCI telah memiliki 758 unit KRL, dan akan terus bertambah. Sepanjang tahun 2016, KCI telah melakukan penambahan armada sebanyak 60 kereta. Hal ini untuk memenuhi permintaan penumpang yang terus bertambah dari waktu ke waktu.
Hingga Agustus 2017, rata-rata jumlah pengguna KRL per hari mencapai 993.804 pengguna pada hari kerja, dengan rekor jumlah pengguna terbanyak yang dilayani dalam satu hari adalah 1.065.522. Sebagai operator sarana, kereta Commuter Line yang dioperasikan KCI saat ini melayani 75 stasiun di seluruh Jabodetabek, Banten dan Cikarang dengan jangkauan rute mencapai 418,5 km.
Dengan mengusung semangat dan semboyan Best Choice for Urban Transport , KCI saat ini terus bekerja keras untuk memenuhi target melayani 1,2 juta penumpang per hari dengan kekuatan armada KRL hingga 1.450 unit pada tahun 2019.


MANFAAT COMMUTER LINE
Mungkin bagi kalian sering menggunakan Commuter Line pasti sudah sering juga melihat beberapa manfaat yang sudah kalian terima atau rasakan  berkali – kali. Ini beberapa manfaat yang saya coba tuliskan
1.      Yang pertama dilihat dari dalam keretanya sendiri. Dengan gerbong yang panjang tentu tersedia juga tempat duduk yang banyak pula (meskipun saya sering berdiri :D). Terutama bagi kaum wanita, lansia, ibu hamil, ibu membawa balita, dan penyandang cacat sangat diprioritaskan untuk mendapatkan tempat duduk untuk dapat menunggu kereta sampai ke tujuan dengan nyaman dan aman. Tidak lupa juga vasilitas mini TV untuk menghilangkan rasa bosan bagi para penumpang yang sedang berdiri. Dengan saluran – saluran yang menyiarkan berbagai informasi – informasi dari dalam dan luar negeri yang tentunya mendidik dan dapat menambah pengetahuan kita. Tidak ketinggalan, tentu dengan penumpang yang banyak dapat menimbulkan hawa pengap dan panas, maka peran Air Conditioner (AC) disini tentu sangat membantu kita untuk tetap merasa sejuk selama perjalanan. Dari segi keamanan di dalam gerbong, pihak perusahaan sudah menyiapkan beberapa atau mungkin ada satu orang petugas keamanan pada tiap-tiap gerbong untuk mencegah terjadinya kejadian yang tidak kita inginkan. Bagi wanita, juga sudah disediakan gerbong khusus bagi wanita yang tidak akan pernah dimasuki oleh pria, kecuali petugas.

2.      Kita lihat dari tarif perjalanan. Sudah kita rasakan juga dari harganya yang murah dan terjangkau, membawa manfaat yang sangat besar bagi dompet/kantong kita. Perjalanan paling jauh bagi saya yaitu dari Stasiun Bekasi menuju Stasiun Pondok Cina, Depok. Cukup dengan kocek Rp 20000, saya sudah dapat melakukan perjalanan pergi – pulang dengan cepat dan tidak akan terkena macet tentunya 😊.

3.      Kita perhatikan suasana Stasiunnya. Mungkin dari rumah kita tidak sempat sarapan / makan siang / makan malam. Atau tiba – tiba kita kelaparan. Pihak Stasiun di beberapa lokasi sudah menyediakan Food Court bagi kalian yang merasa lapar.

TANTANGAN BAGI COMMUTER LINE DI MASA DEPAN

1.      Indonesia dengan penduduknya yang mencapai 200jt lebih penduduk tentu akan lebih menambah kapasitas jumlah penduduknya di tahun mendatang. Maka bisa jadi di masa depan kita akan menemui setiap detik Commuter Line yang penuh dengan penumpang, padat, dan berdesak – desakan. Maka perlu untuk pihak pengelola Commuter Line untuk menjawab tantangan tersebut. Yang pertama adalah memperpanjang gerbong. Atau melakukan Double Deck Train, yakni kereta bertingkat dua untuk menambah kapasitas penumpang yang pasti akan bertambah setiap harinya.

2.      Sering juga kita merasa tertahan di stasiun transit untuk menunggu kereta dari arah berlawanan untuk lewat. Maka tantangan yang harus di jawab disini adalah menambah jalur rel untuk mengatasi tertahannya kereta yang dapat membuat penumpang tidak kehabisan waktu.

3.      Apakah di masa depan Commuter Line akan selalu berada di darat ? Bagaimana dengan mencoba melakukan inovasi yang besar, dengan membuat kereta bawah air? Hmm mengingat belum ada negara lain yang melakukannya bisa jadi Indonesia masuk rekor dengan pembuatan ide gila luar biasa seperti itu. Tapi mungkin butuh waktu yang sangat panjang jika ingin mewujudkannya.

4.      Mempercepat proses pembuatan MRT adalah sebuah tantangan yang hampir terjawab akhir-akhir ini. Jika pembuatan MRT sudah selesai maka, penumpang akan lebih merasakan waktu yang sangat efisien saat melakukan perjalanan.

5.      Membuat KRL yang bisa menghubungkan antar pulau. Tentu tidak sedikit yang akan mengeluarkan kocek demi mendapatkan jasa transportasi kereta ini. Meskipun akan memakan banyak waktu, tapi penumpang tentu akan selalu disuguhkan dengan pemandangan yang pastinya indah dan luar biasa untuk dikenang atau diceritakan kepada teman dan keluarga.

Mungkin itu saja manfaat dan tantangan KRL yang saat ini beroperasi untuk penduduk Indonesia. Semoga saja kita harapkan semua tantangan / kendala bagi KRL bisa dijawab untuk memajukan transportasi Indonesia.

Komentar